MPBGP atau multi protocol border gateway protocol merupakan fitur lanjutan dari BGP.  fitur lanjutan nya adalah MPBGP dapat membawa informasi VPN yang kita butuhkan seperti VPN Label, RD (Route Distinguisher) dan Route Target. Mengapa kita masih membutuhkan MP-BGP padahal dengan VRF kita sudah bisa mengkoneksikan kedua titik customer?

Problemnya ketika kita menggunakan vrf adalah kita harus menconfig vrf pada setiap router yang terlibat, seperti gambar diatas untuk meneruskan paket dari CE1 ke CE3 kita harus membuat masing-masing vrf di PE1-P-PE2.

Tidak sampai disitu ketika kedua site customerA ingin terhubung menggunakan OSPF, maka kita harus menconfig OSPF pada semua router PE dan P. Belum lagi jika customer B ingin saling terkoneksi menggunakan EIGRP. Ini masih 2 customer belum 10? Tentunya merepotkan kita membuat vrf dan routing protocol baru di jaringan core (P router) kita dan pastinya cara ini tidak scalable.

MP-BGP inilah yang menjawab problem diatas, kita hanya cukup mengkonfigurasi di sisi PE saja dengan cara membuat koneksi iBGP antar PE. sehingga kita tidak perlu mengkonfig P router. inilah yang di sebut BGP Free Core  karena P tidak terlibat pada proses BGP ini dan tetap akan fokus untuk forwarding paket. dan PE yang diconfigpun hanya yang memiliki customer layanan L3VPN

Sementara ini untuk meneruskan VRF antar PE kita menggunakan BGP alurnya adalah:

  • CE router advertise prefixnya ke PE router misalkan menggunakan OSPF/EIGRP/DLL, Static juga bisa
  • PE router menggunakan VRF yang telah dibuat khusus untuk customer tersebut dan menyimpan semua informasi routing dari router customer (CE) di tabel routing VRF tadi
  • PE router akan me redistribusi semuanya ke BGP
  • PE router akan meng advertise PE lain melalui iBGP

Namun ada permasalahan lain, kedua customer menggunakan prefix yang sama (overlapp) katakanlah 192.168.1.0/24

PE 2 akan menerima 192.168.1.0/24 dari PE1 namun dia tidak tahu untuk customer yang mana prefix itu ditujukan karena masih belum ada perbedaaan antara paket untuk customer A dan BGP

Maka dari itu kita perlu pembeda yang membuat semua prefix yang di terima oleh router menjadi UNIK. inilah yang disebut RD (Route Distinguisher)

Setelah prefix masing-masing unik berkat bantuan RD maka kita perlu satu hal tambahan terahir yaitu RT (Route Target), mengapa? karena RD hanya unik pada saat prefix diterima, router masih bingung prefix ini akan dilemparkan ke vrf customer yang mana untuk finishing nya.

Route target ini memiliki import dan export. nah tugas kita adalah mengexport ke vrf yang tepat route target yang sebelumnya dibuat di router PE seberang nya.

Untuk format penulisan RD dan RT sama yaitu ASN:nn

rd dan rt untuk cust A:
rd 1234:11
route-target export 1234:11
route-target import 1234:11

rd dan rt untuk cust B:
rd 1234:12
route-target export 1234:12
route-target import 1234:12

RD ini di advertise antar PE router menggunakan BGP extended community value itulah kenapa extended community harus di enable. Setelah semua beres beginilah gambarannya:

  • Kedua PE router create VRF “custA” untuk customer ASN
  • Ketika PE1 menerima prefix dari CE1, maka akan menambakan RD 123:1 dan membuat VPNv4 routing yang unik (khusus cust A)
  • PE1 mengkonfigurasi untuk menambakan RT 123:1 ke semua VPNv4 untuk custA
  • PE1 akan mengadvertisa VPNv4 ke PE2
  • PE2 akan meng export semua VPNv4 route yang digunakan RT 123:1 ke VRF custA
  • Ketika PE2 menerima VPNv4 route, maka akan di redistribusikan ke CE3 (IGP nya)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of