Pada gambar diatas terdapat customer A dan B. ISP selain memberikan service internet dan juga harus menghubungkan kedua titik customer dengan eBGP, saat ini full route BGP sudah mencapai kapasitas >600.000an prefix dan akan terus bertambah.

Untuk menyelesaikan persoalan diatas, kita bisa menghubungkan semua customer dengan iBGP di internal customer kemudian eBGP pada setiap customer. namun pada kasus ini kita memiliki 8 router isp yang terdiri dari 4 router P dan 4 router PE. dalam iBGP ISP saja kita harus melakukan 28 bgp peering. persoalan diatas dapat terselesaikan namun tidak efektif karena router P yang notabenenya tidak bersinggungan dengan customer harus menerima beban juga. ada ide yang lebih baik yaitu dengan membuat tunnel, sehingga beres sudah si router P tidak perlu tahu menahu antar customer, dan fokus pada switching packet. cukup buat tunnel antar PE dan kita bisa membuat kedua site customer saling terhubung

Namun ada masalah lain, yaitu tunnel ini menggunakan IP layer, bagaimana jika kita ingin mendeliver layanan lain misalkan L2VPN, Framerelay, PPP, IPv6 antar site?

MPLS lah jawabannya, MP yang berarti Multi protocol artinya kita bisa mendeliver apa saja dan protocol apa aja dan LS yang berarti Label Switching semua diselesaikan menggunakan label tanpa melihat atau looking up ke routing tabel

Istilah yang ada pada MPLS:

  • LSR (Label Switch Router) = Router/Switch yang jalanin MPLS
  • Router A yang impose/masang label plus handling IP packet keluar masuk MPLS disebut Edge LSR
  • Router B yang remove/pop label plus handling IP packet keluar masuk MPLS disebut Edge LSR
  • Atau kalau di vendor lain dinamakan LER (Label Edge Router)
  • IP Tujuan (Destination Network) didalam MPLS dinamakan FEC (Forward Equivalence Class)
  • Pada hop terahir, router E akan melempar paket yang isinya adalah directly conected maka otomatis dibuka label nya (pop) sebelum hit di router C, ini disebut PHP atau penultimate hop popping
  • FIB: Forwarding Information base, merupakan tabel informasi forwarding yang digunakan oleh MPLS
  • LFIB: Label Forwarding information base
  • LDP = Label distribution protocol, antar LSR (label switch router) akan saling berbagi local label forwarding information base nya menggunakan protocol LDP ini
  • LSP = Label Switch Path, merupakan jalur atau path aliran trafic di mpls

KONSEP:

Konsep nya adalah, switch akan mengambil data dari routing table yang telah matang (yang dibentuk oleh directly connected dan ospf) kemudian membuat local label untuk setiap prefix dan ip nya. kemudian local label ini di distribusikan kepada router lain menggunakan LDP. pada saat distribusi terjadi label tersebut di buka dan diganti dengan label yang baru di switch berikutnya. dan begitu seterusnya hingga sampai di tujuan. bisa di lihat pada gambar, untuk IP x, kemudian diberi label 25, kemudian diganti 47, kemudian dibuka labelnya setelah sampai di tujuan

MPLS CONFIG:

Sebelumnya koneksikan router backbone menggunakan OSPF (misal) dan pastikan hanya di advertise ke jaringan backbone saja, IP CEF jg di enable, kemudian aktifkan mpls ip di setiap interface backbone PE/P

mpls ldp router-id loopback 0 force
int lo0
ip add 10.10.10.1 255.255.255.255
ip ospf network point-to-point
interface e0/0
mpls ip
interface e0/1
mpls ip

  • mpls ldp router-id loopback 0 force: digunakan agar proses distribusi label pada ldp di force menggunakan loopback
  • int lo0-> ip ospf network point-to-point:  rubah setiap interface yang akan diaktifkan mpls dengan OSPF point to point
  • interface e0/0->mpls ip:  enable mpls di setiap interface

Verivikasi

show mpls ldp bindings 5.5.5.5 32
show mpls forwarding-table 5.5.5.5
show mpls interface
show mpls ldp neighbor

~

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of